Penggabungan usaha dan kontribusi relatif perusahaan yang bergabung

MATERI AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2

Pengertian penggabungan usaha

Penggabungan usaha adalah menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain kedalam satu kesatuan ekonomi, sebagai upaya untuk memperluas usaha. Penggabungan usaha dimaksudkan untuk mengurangi adanya tindakan yang saling merugikan antara satu perusahaan dengan perusahaan lain. Dengan kata lain penggabungan usaha memberikan dampak yang menguntungkan bagi perusahaan yang melakukan kegiatan tersebut.

Berikut ini terdapat beberapa alasan penggabungan usaha:

–          Manfaat biaya (cost advantage)

Perusahaan mengeluarkan biaya yang lebih murah untuk memperoleh fasilitas yang dibutuhkan jika melalui penggabungan dibandingkan melalui pengembangan.

 –          Resiko lebih rendah (lower risk)

Membeli lini produk dan pasar, biasanya lebih kecil resikonya ketimbang mengembangkan produk baru beserta pasarnya. Apalagi bila tujuan utamanya diversivikasi, tentunya penggabungan dinilai yang paling rendah resikonya.

 –          Mencegah pengambilalihan (avoidance of takeovers)

Beberapa perusahaan melakukan penggabungan untuk mencegah pengakuisisian diantara mereka. Akuisisi adalah pengambilan kepemilikan atau pengendalian atas saham atau asset suatu perusahaan oleh perusahaan lain, dan dalam peristiwa ini baik perusahaan pengambilalih atau yang diambil alih tetap eksis sebagai badan hukum yang terpisah. (Abdul Moin, 2004)

 –          Penundaan operasi pengurangan (fewer operating delay)

Fasilitas – fasilitas pabrik yang diperoleh melalui penggabungan usaha dapat diharapkan untuk segera beroperasi dan memenuhi peraturan yang berhubungan dengan lingkungan dan peraturan pemerintah yang lainnya.

 –          Akuisisi harta tidak berwujud (acquistision of intangible assets)

Penggabungan usaha melibatkan penggabungan sumber daya tidak berwujud maupun berwujud.

Alasan lainnya:

–          Investasi yang menguntungkan

–          Mendapatkan kendali atas perusahaan lain

–          Memasuki pasar baru (area produk baru) melalui perusahaan yang sudah menguasai pasar

–          Memastikan pasokan bahan baku (input produksi) lain

–          Memastikan output produksi bagi pelanggan

–          Ukuran perusahaan (skala perusahaan)

–          Mendapatkan teknologi baru

Bentuk penggabungan usaha

Bentuk-bentuk penggabungan usaha dapat dibedakan ke dalam beberapa golongan, antara lain sebagai berikut :

A. Penggabungan horizontal

Penggabungan perusahaan-perusahaan dalam lini usaha atau pasar yang sama.

Keuntungan:

–          Menghilangkan terjadinya persaingan di antara mereka.

–          Meningkatkan daya saing

–          Menurunkan biaya produksi

B. Penggabungan vertikal

Penggabungan dua atau lebih perusahaan dengan operasi yang berbeda, secara berturut-turut, tahapan produksi, dan atau distribusi. Dengan kata lain kedua perusahaan mempunyai kebutuhan yang saling menguntungkan.

Keuntungan:

–          Resiko terjadinya kesulitan dalam memperoleh bahan baku.

–          Mutu produksi lebih baik.

–          Biaya produksi per unit turun , karena proses produksi terintegrasi.

–          Pembayaran PPN ditunda.

C. Penggabungan konglomerasi

Penggabungan perusahaan –perusahaan dengan produk atau jasa yang berlainan atau tidak saling berhubungan. Merupakan gabungan dari penggabungan horizontal dan vertikal.

Keuntungan: menurunkan resiko yang diperoleh melalui diversifikasi.

Bentuk penggabungan usaha

Dilihat dari segi hukum, penggabungan usaha dibagi menjadi:

1. Merger

Penggabungan usaha dengan jalan satu perusahaan membeli perusahaan lainnya. Kemudian perusahaan yang dibeli menjadi anak perusahaannya atau dibubarkan. Status hukum perusahaan yang dibeli sudah diambil alih oleh perusahaan yang membelinya.

2. Konsolidasi

Penggabungan usaha dengan jalan satu perusahaan bergabung dengan perusahaan lain membentuk satu perusahaan baru. Dengan kata lain perusahaan yang bergabung menyerahkan seluruh aktivanya untuk perusahaan yang baru dibentuk.

3. Afiliasi

Penggabungan usaha dengan jalan membeli sebagian besar saham perusahaan lain untuk mendapatkan hak pengendalian.

Kontribusi relatif perusahaan yang bergabung

 Ada dua pendekatan dalam menentukan banyaknya saham yang harus diserahkan kepada masing-masing perusahaan yang bergabung.

1. Kontribusi relatif dari kekayaan bersih

Laopran keuangan dari masing – masing pihak harus disusun atas harga pasarnya.

2. Kontribusi relatif dari laba yang diproyeksikan

Penentuan besarnya kontribusi relatif dari rata – rata keuntungan kepada perusahaan yang baru dibentuk memerlukan bantuan dari orang yang ahli dibidang ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s