Cerita Tentang Kita

Iseng-iseng buka lemari lama, eh ketemu suatu benda. Benda yang istilahnya punya sejarah, meskipun hanya benda biasa. Jadi inget waktu SMA dulu. Cerita, canda, dan tawa yang dilalui oleh aku dan sahabatku.

Ketika SMA dulu aku sebenarnya mempunyai banyak teman, hanya saja teman terbaik yang biasa orang sebut itu sahabat hanya ada empat orang. Yups kami berlima bersahabat. Perkenalan kami berawal ketika duduk dibangku kelas 2. Ketika itu masing-masing baru mulai mencari teman duduk yang cocok. Ya tau sendirilah kan tipe alias karakter orang berbeda-beda. Ada yang alim, ramah, sabar, pandai, sedikit pandai, gaul, kuper, dan lain sebagainya. Jelas karena perbedaan tersebut orang akan memilih yang sekiranya cocok untuk menjadi teman main mereka. Itu sedikit ulasan saat pertama masuk kekelas 2.

Oia hampir terlewat perkenalkan sahabat-sahabatku. Ada Linda, Nandya, Alita, dan Irene. Kami mempunyai sebutan untuk persahabatan ini. “LUNAR” yups itu nama yang dicarikan salah satu sahabatku yang bernama Nandya. “LUNAR” berasal dari bahasa latin yang artinya BULAN. Entah mengapa ia memilih nama “LUNAR” untuk mengikat persahabatan kami ini. Mungkin maksudnya adalah agar persahabatan kami bisa seperti bulan yang selalu ada menghiasi disetiap gelapnya malam dan tetap ada meskipun siang hari. Sedikit aneh sih, tapi bener juga bulan tidak ada disiang hari bukan berarti bulan tidak ada, melainkan posisi bumi yang terus berotasi sehingga ketika siang bulan berada di wilayah lain. Mungkin makna yang tersirat dari penamaan itu adalah sahabat sejati akan ada disaat susah dan senang. Simple tapi bermakna. Oia ternyata “LUNAR” juga singkatan dari nama kami berlima, Linda Utari Nandya Alita iRene. Kami berharap persahabatan kami ini bisa terus seperti LUNAR.

Bicara masalah karakter, kami memiliki berbagaimacam karakter yang membuat persahabatan kami menjadi lebih berwarna. Dengannya penuh canda tawa, dengannya penuh cerita, denganya penuh suka duka, dan dengannya kami bisa melalui semua. Mulai dari Linda, cewe dengan tinggi 155 cm, berkulit putih, tomboy tapi kalem dan tidak suka ngomong panjang lebar. Sementara Nandya cewe dengan tinggi 157 cm, berkulit putih, kalem tapi kritis, dan paling suka dengan yang namanya ilmu biologi, best deh kalau dia lagi ngomongin tentang kehidupan. Dia juga suka dengan serial korea. Kalau Alita beda lagi, cewe yang satu ini adalah yang paling tinggi diantara kami. Tingginya 165 cm, berkulit sawo matang, orangnya lucu, pede abis meskipun kadang menjadi bahan candaan anak-anak, dia paling suka sama yang namanya tantangan. Tidak heran dia pernah mengikuti PPI meskipun hanya tingkat Kabupaten Bekasi, salut saya dengannya. Nah yang terakhir nih, Irene, cewe bertahi lalat didekat bibir yang membuatnya manis ketika tersenyum dan ceriwis saat berbicara, tingginya 155 cm, berkulit putih, berambut hitam lurus sepundak. Dia ini cewe terpintar dikelas, semua guru jelas kenal dia. Mulai guru yang kiler sampai yang baik kalau sebut nama dia pasti pada kenal. Dia jago bahasa inggrisnya, ngomongnya sampai cas.. cis.. cus.. gitu deh hehehe. Oia favoritenya semua yang berbau korea deh. Bicara korea cocoknya sama dia ini. Tapi terkadang sifatnya agak sedikit egois tapi sedikit loh hehehe. Kalau aku adalah cewe dengan tinggi 157 cm, berkulit sawo matang, kalem, pendiam, dan paling suka sama pelajaran kimia. Kalau udah belajar kimia biarpun pelajaran terakhir dan pastinya bikin ngantuk, ngak tau kenapa jadi ngak ngantuk malahan sangat bersemangat. Yah itulah kami, berbeda karakter dalam satu LUNAR, untuk bersama.

Singkatnya persahabatan kami berjalan dengan baik-baik saja. Banyak kegiatan disekolah seperti belajar, berdiskusi, bermain sampai makan pun kami sering bersama. Jadi kami sangat paham dengan karakter si A, B, dan C. Sehingga ketika si A punya masalah maka si B dan lainnya membantu meringankan masalahnya ya paling tidak membantu membuatnya kembali tersenyum. Kami belajar memahami perbedaan karakter ini, dengan menjaga agak tidak ada yang memancing-mancing masalah hingga akhirnya bertengkar.

 Sesuatu yang tidak diinginkan itu ternyata terjadi juga pada persahabatan kami. Aku juga heran dan bahkan lupa bagaimana mulanya kami bertengkar hebat kala itu. Sepengetahuan aku, ini hanya masalah biasa alias sepele. Jika tidak salah waktu itu gara-gara traktiran pajak ultah dari salah satu teman sekelas, tapi yang ditraktir hanya satu orang dari kelompok kami sebut saja si B. Kami jelas mengetahui itu, pada saat itu kami pun paham jika si B sedang di traktir dan kami hanya mencoba untuk tidak mengganggunya. Tapi sepertinya ada miss comunication, mungkin menurutnya kami acuh dan bahkan tidak menegurnya. Padahal semua itu tidak benar. Kami sudah coba jelaskan baik-baik mengenai sikap kami saat itu, tapi sayang sepertinya tidak digubris olehnya. Sehari, dua hari, kami tidak tegur sapa. Aku berdiskusi dengan sahabatku lainnya untuk sepakat jika salah satu diantara kami siapa yang mau menegurnya dan mengobrol dari hati ke hati (duileh). Nihil!!! Tidak ada yang mau, semua bersikeras dengan pendapatnya bahwa yang salah adalah si B, ada juga yang berpendapat bahwa sikap si B memang seperti itu, sudahlah nanti juga baik sendiri. Sampai akhirnya aku sudah tidak tahan dengan semua ini. Aku coba dekati dia dan coba jelaskan. Dia bisa terima penjelasan itu, namun untuk kembali bertegur sapa dan berkumpul lagi rasanya dia masih canggung. Entah mengapa, padahal kami akan menerimanya jika dia berkumpul lagi.

Dan benar, tidak tegur sapa ini berlangsung sampai acara perpisahan SMA yang waktu itu diadakan di salah satu hotel yang ada di Bandung. Saat itu seperti ada bongkahan es yang besar kemudian melebur begitu saja. Dia mulai menyapa kami saat malamnya tepat sehari sebelum acara perpisahan. Jujur aku dan lainnya kaget plus tidak menyangka sekaligus senang bisa tegur sapa lagi dengannya. Diam-diam kami berempat berbincang dan saling bertanya, tadi si B negur kamu tidak? Ternyata semua ditegur dengan cara berbeda-beda olehnya. Ada yang dari senyum-senyum trus ngobrol, ada yang tidak sengaja trus baru sadar ternyata yang ngajak ngobrol si B, wah beda-beda deh. Alhamdulillah aku bersyukur setelah sekian lama tidak tegur sapa, akhirnya hari itu kembali seperti dulu meskipun tidak seperti sediakala.

Cerita, canda, tawa, haru, sedih, bertengkar, dan perdebatan waktu itu, masih teringat jelas olehku. Hingga hari ini dapat aku tuliskan cerita tentang kita disini. Semua berawal dari hadiah yang kalian beri kepada ku saat usiaku 17 tahun. Memori ini terlalu indah jika diingat. Terimakasih sahabat. `

Dengannya penuh canda tawa, dengannya penuh cerita, denganya penuh suka duka, dan dengannya kami bisa melalui semua. Perdebatan, permasalahan, pertengkaran, dan apapun itu namanya, dalam persahabatan itu pasti ada. Justru dari situ kami bisa belajar memahami dan menghargai satu sama lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s