Semua Mudah Jika Kita Mau

Hari-hari libur yang tidak terpakai untuk UTS, kali ini aku habiskan dengan bekerja. Bekerja sebagai Tour Leader. Loh kok bisa?? Ya jelas bisa, asal ada kesempatan dan kemauan pasti bisa!! Dan jangan sampai lewatkan kesempatan meskipun kesempatan itu sangat minim.

Jadi begini ceritanya… Sebenarnya aku bukanlah mahasiswa yang mengerti dan memahami dengan jelas seluk beluk pariwisata, ini karena basic ku adalah mahasiswa accounting. Tapi beberapa hari yang lalu aku ditawari oleh saudara untuk ikut mengisi sebuah acara di salah satu tempat wisata. Aku ditawari menjadi seorang Tour Leader oleh sebuah Event Organisier. Jelas waktu itu aku ragu dengan  kapasitasku yang tidak mengerti tentang bagaimana menjadi seorang Tour Leader. Keraguan itu membuatku bimbang, aku ingin mencobanya tapi aku tidak mengerti. Saudaraku terus meyakinkan bahwa sebenarnya mudah menjadi seorang Tour Leader, nanti aku yang akan mengajarimu. Akhirnya tekadku bulat, aku mencoba untuk mengambil resiko ini. Pikirku tak ada salahnya jika kesempatan ini aku ambil. Itung- itung sebagai pengenalan dunia kerja yang sesungguhnya, meskipun dunia kerjanya bukan dibidangku.

Sehari sebelum keberangkatan, aku berlatih terus dengan saudaraku. Ia mengajariku tentang apa saja yang harus dilakukan oleh Tour Leader (TL). Singkatnya Tour Leader berperan menjemput dan mendampingi peserta yang akan memasuki tempat wisata serta mengantarkan kembali peserta ke titik penjemputan. Sekilas memang mudah jika hanya menjemput dan mendampingi peserta ke tempat wisata.

Tapi sungguh pengorbanan menjadi Tour Leader saya acungkan jempol. Loh mengapa??

Mereka sungguh berkorban waktu dan tenaga, terutama waktu  untuk tidur malam. Ketika orang masih terlelap, Tour Leader sudah harus bangun untuk persiapan penjemputan peserta. Tidak segan-segan jam 3 pun sudah berangkat dari titik nol (pool bus) ke titik penjemputan. Jika titik penjemputan dekat, mereka tetap harus datang lebih awal untuk persiapan bus, materi yang disampaikan, dan masalah snack peserta. Semakin jauh titik penjemputan peserta, maka harus semakin pagi bangunnya. Bahkan jika perlu malamnya berangkat dan menginap di pool bus. Sungguh luar biasa perjuangannya.

Singkat cerita, setelah mencoba alias menjajal menjadi seorang Tour Leader apa yang dikatakan saudaraku memang benar. Semua mudah jika ada kemauan dari diri kita sendiri. Menurutku, bertemu dengan berbagai macam karakter orang yang berada didalam bus itu nano-nano rasanya. Banyak kesan yang muncul saat itu, tapi seruuu. Seperti punya keluarga besar didalam bus.

Aku menyadari belum sepenuhnya aku bisa menjadi Tour Leader yang baik. hehehe. Hal ini wajar, karena mungkin aku belum terbiasa dengan semua ini sehingga ada rasa canggung dan gugup ketika berkomunikasi dengan peserta.Tapi biarlah setidaknya aku pernah merasakan menjadi Tour Leader. Canda tawa ku saat itu masih teringat jelas dan mungkin menjadi sebuah pengalaman yang tak kan terlupa olehku.

Ini sepenggal pengalamanku yang aku dapatkan dengan modal yakin dan kemauan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s