Kewirausahaan

  • Bentuk-bentuk kepemilikan badan usaha

Menurut pemilik modalnya, badan usaha dapat dibedakan menjadi Badan Usaha Milik Swasta, Badan Usaha Milik Negara, dan koperasi.

A. BADAN USAHA MILIK SWASTA (BUMS)

BUMS adalah badan usaha yang didirikan oleh pihak swasta yang modal kepemilikannya sepenuhnya dimiliki oleh swasta, baik perseorangan ,kerja sama beberapa orang maupun oleh umum (publik). Tujuan utama BUMS adalah untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.

Bentuk-bentuk BUMS adalah sebagai berikut :

1. Badan Usaha Perseorangan

Suatu badan usaha yang dimiliki, dikelola dan dipimpin oleh seseorang yang     bertanggung jawab terhadap resiko dan kegiatan perusahaan.

Ciri-ciri badan usaha perseorangan:

– Ukuran berasal dari satu orang sebagai pemilik modal;

– Ukuran usaha tidak terlalu besar;

– Pengelolaan dan pengendalian bergantung pada pemilik sebagai pemimpin;

– Semua keuntungan dan kerugian ditanggung sendiri.

2. Firma (Fa)

Firma (Fa) adalah suatu persekutuan antara dua orang atau lebih yang menjalankan badan usaha dengan satu nama dengan tujuan untuk membagi hasil yang diperoleh dari persekutuan itu. Jadi untuk mendirikan firma paling sedikit harus ada 2 orang. Bila badan usaha ini bangkrut, maka semua anggota firma harus bertanggung jawab sampai harta miliknya ikut dipertanggungkan. Harta miliknya dapat dituntut untuk membayar utang-utang firma. Tanggungan tiap-tiap anggota bukan sebagian atau sebatas modal yang disetor tetapi sampai seluruh kekayaannya.

Ciri-ciri bentuk badan usaha firma:

–        Anggota firma biasanya sudah saling mengenal dan saling percaya;

–        Memakai nama bersama dalam kegiatan usaha;

–        Tanggung jawab dan risiko yang tidak terbatas;

–        Setiap anggota mempunyai kewenangan menjalankan usaha ataupun mengadakan perjanjian dengan pihak lain tanpa harus ada persetujuan dari anggota firma lainnya.

3. Persekutuan Komanditer (CV)

Persekutuan komanditer atau commanditaire vennootschap (CV) adalah suatu persekutuan yang terdiri atas beberapa orang yang berusaha dan beberapa orang yang  hanya menyerahkan modal saja. Dalam CV, salah satu atau beberapa anggota bertanggung jawab tidak terbatas; Anggota yang lain bertanggung jawab terbatas hanya terbatas utang-utang badan usaha sesuai dengan besarnya modal yang dimasukkan. Jadi, CV merupakan campuran antara persekutuan orang dan persekutuan modal.

Sekutu aktif yang disebut pesero kuasa atau pesero pengurus adalah mereka yang menjalankan badan usaha dan bertanggung jawab penuh atas segala utang-piutang badan usaha. Semua kebijakan badan usaha dijalankan oleh sekutu aktif, sehingga tanggung jawab sekutu aktif tidak hanya terbatas pada modal yang disertakan saja, melainkan juga segala kekayaan pribadinya.

Sekutu pasif yang disebut pesero diam adalah mereka yang hanya menyertakan modal saja, sehingga tanggung jawabnya hanya terbatas pada modal yang disertakan. Demikian pula dengan keuntungan yang diperolehnya, sebanding dengan modal yang disertakan.

4. Perseroan Terbatas (PT)

Perseroan terbatas (PT) atau dalam istilah Belanda: Naamloze Vennootschap (NV) adalah badan usaha yang modalnya berasal atau terbagi-bagi atas saham-saham. Saham adalah tanda penyertaan modal kepada PT. Pemegang Saham disebut pesero dan hanya bertanggung jawab sebatas modal yang disertakan. Kepada pemegang saham diberikan dividen, yakni bagian keuntungan PT yang besar kecilnya tergantung pada besarnya laba yang diperoleh badan usaha selama satu tahun. Kalau PT menderita rugi, pemegang saham tidak memperoleh dividen. PT merupakan badan hukum sehingga memiliki kekayaan sendiri; Segala tagihan utang-piutang pada perseroan ditanggung oleh kekayaan perseroan, bukan harta pribadi pemilik saham. Kekuasaaan tertinggi dalam PT terletak pada rapat umum pemegang saham (RUPS). Dalam RUPS, pengurus (direksi) PT diangkat dan diberhentikan. RUPS diadakan paling sedikit satu kali dalam satu tahun dan selambat-lambatnya enam bulan sesudah tahun buku ybs.

PT tertutup adalah PT yang sahamnya hanya dapat dimiliki oleh orang-orang tertentu. PT terbuka adalah PT yang sahamnya dapat dimiliki oleh semua orang. Hal ini karena PT terbuka memperoleh tambahan modal dengan menjual sahamnya di bursa efek. PT ini menuliskan Tbk (Terbuka) dibelakang nama perseroannya.

Contoh:

•PT. Jarum Kudus

•PT. Unilever

•PT Indo Food

B. BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN)

BUMN adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya berasal dari kekayaan negara. Tujuan BUMN adalah untuk melayani kepentingan umum, selain juga sebagai sumber pendapatan negara. Di samping mengejar keuntungan bagi perkembangan bisnisnya, BUMN dengan demikian juga mengemban misi-misi merintis usaha-usaha yang tidak dimiliki oleh BUMS, dan membantu mengembangkan usaha-usaha kecil dan menengah. Oleh karena itu BUMN mempunyai fungsi sampingan sebagai “agen pembangunan” (agen of development). Badan usaha yang sahamnya dimiliki oleh pemerintah daerah disebut Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

1. Perusahaan Umun (Perum)

Perum adalah perusahaan milik negara yang tujuan utamanya melayani kepentingan umum, baik dalam hal produksi, konsumsi, maupun distribusi.

Ciri-ciri Perum:

–        Sifat usahanya adalah melayani kepentingan masyarakat umum dan untuk memupuk keuntungan

–        Berstatus badan hukum

–        Dipimpin oleh dewan direksi

–        Karyawannya adalah pegawai badan usaha negara yang diatur tersendiri diluar ketentuan yang berlaku bagi pegawai negeri sipil (PNS) atau pegawai BUMS

2. Perusahaan Perseroan (Persero)

Persero adalah badan usaha negara yang berbentuk perseroan terbatas (PT) yang sebagian besar atau seluruh sahamnya dimiliki negara.

Ciri-Ciri Persero:

–        Berusaha memperoleh keuntungan

–        Status hukumnya sebagai hukum perdata berbentuk PT

–        Dipimpin oleh dewan direksi

–        Karyawannya berstatus sebagai pegawai badan usaha swasta biasa

Contoh:

PT Kereta Api Indonesia (KAI)

PT Pos

PT Pelni

PT Pertamina

3. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)

BUMD atau perusahaan daerah (PD) adalah badan usaha yang dikelola dan didirikan oleh pemerintah daerah. Modal seluruhnya atau sebagian berasal dari kekayaan pemerintah daerah yang dipisahkan.

Ciri-ciri BUMD:

–        Didirikan dan diatur berdasarkan peraturan daerah (perda);

–        Modal berasal dari kekayaan daerah yang dipisahkan;

–        Usahanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat;

–        Direksi diangkat dan diberhentikan oleh pemerintah daerah atas pertimbangan DPRD.

Contoh:

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)

Bank Pembangunan Daerah (BPD)

PT Bank Jateng

PT Bank DKI

PT Bank Mestika Medan

C. KOPERASI

Koperasi berasal dari kata co-operation (bahasa Inggris). Co artinya bersama-sama dan operation artinya bekerja atau bertindak. Secara harfiah koperasi berarti bekerja sama; Koperasi merupakan usaha bersama dari sekelompok orang yang mempunyai kepentingan yang sama dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Ciri-ciri koperasi:

–        Merupakan kumpulan orang-orang dan bukan kumpulan modal;

–        Bekerja sama, bergotong royong berdasarkan persamaan derajat, hak, dan kewajiban;

–        Segala kegiatan koperasi dilaksanakan atas kesadaran para anggota, bukan berdasar paksaan, ancaman, dan campur tangan pihak lain;

–        Tujuan koperasi untuk kepentingan bersama para anggotanya.

  • Bentuk-bentuk kerjasama dalam kegiatan bisnis

A.      Merger

Merger  atau fusi adalah suatu penggabungan satu atau beberapa badan usaha sehingga dari sudut ekonomi merupakan satu kesatuan, tanpa melebur badan usaha yang bergabung.

Di pandang dari segi ekonomi, ada dua jenis merger, yaitu merger horizontal dan merger vertikal.

Merger horizontal adalah penggabungan satu atau beberapa perusahaan yang masing – masing kegiatan bisnis ( produksinya ) berbeda satu sama lain sehingga yang satu dengan yang lain nya merupakan kelanjutan dari masing – masing produk. Contoh PT A mengusahakan kapas, bergabung dengan PT C yang mengusahakan kain dan seterusnya. Dengan demikian tujuan kerjasama disini adalah menjamin tersedianya pasokan atau penjualan dan distribusi di mana PT B  akan mempergunakan produk PT A dan PT C akan mempergunakan produk PT B dan seterusnya.

Merger  vertikal adalah penggabungan satu atau beberapa  perusahaan yang masing – masing kegiatan bisnis berbeda satu sama lain, namun tidak saling mendukung dalam penggunaan produk. Misal nya badan usaha perhotelan, bergabung dengan badan usaha perbankan, perasuransian sehingga di sini terlihat adanya diversifikasi usaha dalam suatu penggabungan badan usaha.

Di pandang dari aspek hukum, bentuk kerjasama ini hanya dapat dilakukan pada badan usaha dengan status badan hukum ( dalam hal ini perseroan terbatas ).

B.      Konsolidasi

Antara konsolidasi dan merger sering kali dipersamakan sehingga dalam praktik kedua istilah ini sering di pertukarkan dan dianggap sama artinya, namun sebenarnya terdapat perbedaan pengertian antara konsolidasi dan merger.Dalam merger penggabungan antara dua atau lebih badan usaha tidak membuat badan usaha yang bergabung menjadi lenyap, sedangkan konsolidasi adalah penggabungan antara dua atau lebih badan usaha yang menggabungkan diri saling melebur menjadi satu dan membentuk satu badan usaha yang baru, oleh kerena itu, konsolidasi ini sering kali di sebut dengan peleburan.

C.      Joint Venture

Joint venture secara umum dapat di artikan sebagai suatu persetujuan di antara dua pihak atau lebih, untuk melakukan kerjasama dalam suatu kegiatan. Persetujuan di sini adalah kesepakatan yang di dasari atau suatu perjanjian yang harus tetap berpedoman kepada syarat sahnya suatu perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata.

Jadi menurut Amirizal joint venture adalah kerjasama antara pemilik modal asing dengan pemilik modal nasional semata – mata berdasarkan suatu perjanjian belaka ( contractueel ).

Subjek dari joint venture dapat di bagi menjadi dua jenis kerjasama yaitu :

1.       Antara orang atau badan hukum RI dengan orang atau badan hukum RI

2.       Antara orang atau badan hukum RI dengan orang atau badan hukum asing/lembaga internasional.

D.       Waralaba

Waralaba yang dulu dikenal dengan istilah franchise sekarang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2007 tentang Waralaba. Waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba.

Kriteria tertentu yang dimaksudkan adalah syarat mutlak untuk adanya waralaba, kriteria tersebut adalah :

1.       Memiliki ciri khas usaha

Artinya suatu usaha yang memiliki keunggulan atau perbedaan yang tidak mudah ditiru dibandingkan dengan usaha lain yang sejenis dan membuat konsumen selalu mencari ciri khas di maksud. Misalnya sistem manajemen, cara penjualan dan pelayanan dsb.

2.       Terbukti sudah memberikan keuntungan

Maksudnya bahwa usaha tersebut berdasarkan pengalaman pemberi waralaba yang telah dimiliki kurang lebih 5 ( lima ) tahun dan telah mempunyai kiat – kiat bisnis untuk mengatasi masalah – masalah dalam perjalanan usahanya, terbukti masih bertahan dan berkembangnya usaha tersebut dengan menguntungkan.

3.       Memiliki standar atas pelayanan dan barang dan/atau jasa yang ditawarkan yag dibuat secara tertulis.

Dimaksud dengan standar atas pelayanan dan barang dan/atau jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis adalah  supaya penerima waralaba dapat melaksanakan usaha dalam kerangka kerja yang jelas dan sama ( standard operational procedure ).

4.       Mudah diajarkan dan di aplikasikan

Maksudnya usaha tersebut mudah dilaksanakan sehingga penerima waralaba yang belum memiliki pengalaman atau pengetahuan mengenai usaha sejenis dapat melaksanakannya dengan baik sesuai dengan bimbingan operasional dan manajeman yang berkesinambungan yang diberikan oleh pemberi waralaba.

5.       Adanya dukungan yang berkesinambungan

 yaitu dukungan dari pemberi waralaba kepada penerima waralaba secara terus – menerus seperti bimbingan operasional, pelatihan, dan promosi

6.       Hak kekayaan intelektual yang telah terdaftar

Adalah HKI yang terkait dengan usaha seperti merek, hak cipta, paten, dan rahasia dagang, sudah di daftarkan dan mempunyai sertifikat atau sedang dalam proses pendaftaran di instansi yang berwenang.

  • Go public

–     Prosedure Go Public

a.     Tahan Persiapan Internal

Pada tahap persiapan internal, perusahaan yang akan melakukan penawaran umum terlebih dahulu harus melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Tujuan diadakannnya agenda RUPS, tak lain adalah Direksi meminta persetujuan para pemegang saham dalam rangka penawaran umum.

 Dengan adanya persetujuan dari pemegang saham yang ditetapkan dalam RUPS, maka setiap perusahaan yang akan melakukan penawaran umum wajib melakukan perubahan anggaran dasar terkait dengan status perseroan yang tertutup menjadi Perseroan Terbuka.

Hasil perubahan anggaran dasar dimuat atau dinyatakan dalam akta notaris dalam Bahasa Indonesia. Dari perubahan anggaran dasar yang dinyatakan dalam akta notaris tersebut, mulai berlaku sejak tanggal efektif pernyataan pendaftaran yang diajukan oleh Emiten kepada Bapepam-LK.

Setelah mendapat persetujuan, selanjutnya Emiten melakukan penunjukan penjamin emisi serta lembaga dan profesi penunjang pasar modal.

Peran dan tugas dari Penjamin Emisi serta lembaga dan profesi penunjang adalah sebagai berikut:

(i) Penjamin Emisi: menyiapkan berbagai dokumen, menyiapkan prospektus dan memberikan penjaminan atas penerbitan

(ii) Akuntan Publik: melakukan audit atau pemeriksaan atas laporan keuangan calon Emiten

(iii)  Penilai: melakukan penilaian terhadap aktiva tetap perusahaan dan menentukan nilai wajar dari aktiva tetap

(iv) Konsultan Hukum: memberikan pendapat dari segi hukum (legal opinion) dan

(v) Notaris: membuat akta-akta berubahan anggaran dasar, akta-akta perjanjian dalam rangka penawaran umum dan notulen-notulen rapat.

b.     Tahap mengajukan pernyataan pendaftaran

Pada tahap ini, dokumen yang wajib disampaikan kepada Bapepam-LK harus dapat dipertanggung jawabkan oleh Emiten, akan kecukupan dan kebenaran informasi.

Setelah diterimanya pernyataan pendaftran oleh Bapepam-LK, dalam jangka waktu 45 hari Bapepam-LK dapat menentukan pernyataan efektif. Tetapi, dalam jangka waktu 45 hari itu, Bapepam-LK tidak menutup kemungkinan dapat meminta perubahan dan atau tambahan informasi dari Emiten, apabila masih ada kekurangan kecukupan informasi.

Jadi, pernyataan pendaftaran baru bisa dinyatakan efektif oleh Bapepam-LK apabila:

–      Perubahan dan atau tambahan informasi yang diminta oleh Bapapem-  LK telah dipenuhi;

–      Perubahan dan atau tambahan informasi dimaksud telah memenuhi       persyaratan.

c.      Tahap penawaran umum

Setelah Bapepam-LK menyatakan efektif atas pernyataan pendaftaran dan diumumkannya Prospektus Ringkasan, maka perusahaan dapat melakukan penawaran umum, dengan masa penawaran 3 hari kerja.

Dengan berakhirnya masa penawaran umum, maka Emiten akan melakukan penjatahan saham kepada para investor. Penjatahan dapat dilaksanakan paling lambat 2 hari kerja setalah berakhirnya masa penawaran umum.

d. Tahap pencatatan saham di Bursa Efek  

Langkah selanjutnya, saham yang ditawarkan dicatat di lantai bursa. Dalam pencatatan, pencatatan paling paling lambat 3 hari kerja setelah tanggal penjatahan dan Emiten wajib menyampaikan laporan hasil penawaran umum kepada Bapepam-LK, paling lambat 3 hari kerja setelah penjatahan saham.

Demikian sejauh yang kami ketahui. Semoga bermanfaat. 

Dasar Hukum:

  • Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
  • Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal
  • Peraturan Bapepam No.IX.J.1 tentang Perubahan Anggaran Dasar setiap Perseroan yang akan melakukan Penawaran Umum Efek bersifat Ekuitas.
  • Peraturan Bapepam No.IX.A.2 tentang Tata Cara Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum
  • Peraturan Bapepam No.IX.A.3 tentang Tata Cara Untuk Meninta Perubahan dan atau Tambahan Informasi atas Pernyataan Pendaftaran.

–        Jenis-jenis saham

Jenis saham berdasarkan cara peralihan hak

A. Saham atas unjuk (bearer stocks)

Saham jenis ini sangat mudah dipindahkan seperti halnya mata uang. Oleh karena itu kualitas kertas lembar saham dibuat spesifik agar sulit untuk dapat dipalsukan. Dalam saham jenis ini pada sertifikatnya tidak tercantum nama pemilik saham sehingga manakala pemiliknya ingin menjual atau memindahkan kepada orang lain akan dapat melaksanakannya dengan mudah.

B. Saham atas nama (registered stocks)

Saham jenis ini merupakan kebalikan dari saham atas unjuk. Saham ini memuat nama pemiliknya dan nama ini akan tercantum dalam buku perseroan sehingga apabila terjadi pemindahan saham atas nama maka harus menempuh prosedur tertentu yang harus dipenuhi. Saham ini mempunyai tingkat keamanan yang tinggi sebab sudah tercantum dalam buku perseroan sehingg apabila saham ini hilang maka cukup memberitahukan kepada perusahaan untuk meminta penggantian.

Jenis saham berdasarkan hak tagihan (klaim)

A. Saham biasa (common stocks)

Dengan adanya resiko yang besar tersebut biasanya jika usaha perusahaan berjalan dengan baik maka deviden saham biasa akan lebih besar daripada saham preferen. Tetapi manakala terjadi likuidasi pembagian deviden dan pembagian harta perusahaan serta pemegang saham biasa akan memperoleh pembagian terakhir setelah pemegang saham preferen.

Pembagian deviden untuk saham biasa dapat dilakukan jika perusahaan sudah membayar deviden untuk saham preferen Saham biasa mempunyai hak yang sama bagi pemegangnya yang dapat menentukan jalannya perseroan melalui rapat umum pemegang saham. Kadangkadang hak suara dalam rapat pemegang saham hanya diberikan pada saham biasa, tetapi sering juga saham preferen mempunyai hak suara (Jogianto, 2000:58).

B. Saham preferen (prefered stock)

Saham preferen merupakan saham yang mempunyai hak khusus melebihi pemegang saham biasa. Saham preferen disebut juga dengan saham istimewa sebab mempunyai banyak keistimewaan. Biasanya keistimewaan ini dihubungkan dalam hal pembagian deviden atau pembagian aktiva pada saat likuiditas.

Saham preferen merupakan saham yang mempunyai sifat gabungan (hybrid) antara obligasi (bond) dan saham biasa, seperti bond yang membayarkan harga atas pinjaman, saham preferen juga memberikan hasil yang tetap berupa deviden preferen seperti saham biasa dalam hal likuidasi klaim pemegang saham preferen dibawah klaim pemegang obligasi (bond) dibandingkan dengan saham biasa, saham preferen mempunyai beberapa hak, yaitu hak atas deviden tetap dan hak pembayaran terlebih dahulu jika terjadi likuidasi (Jogianto, 2000:59).

Kelebihan dalam hal pembagian deviden adalah bahwa deviden yang dibagi pertama kali harus dibagikan untuk saham preferen, kalau ada kelebihan baru dibagikan kepada pemegang saham biasa. Deviden saham preferen tidak terutang atas dasar waktu, tetapi baru terutang jikasudah diumumkan oleh perusahaan. Dalam hal pimpinan perusahaan tidak mengumumkan pembagian deviden dalam suatu periode maka deviden tidak hilang.

Biasanya saham preferen mempunyai nilai nominal dan devidennya dinyatakan dalam persentase dari nilai nominal. Apabila saham prioritas tidak mempunyai nilai nominal maka devidennya dinyatakan dalam bentuk rupiah dan bukan dalam bentuk persentase.

Suatu perusahaan dapat mengeluarkan lebih dari satu macam saham preferen disebut saham preferen ke satu, saham preferen kedua dan seterusnya, dimana saham preferen kesatu mempunyai klaim yang pertama terhadap laba dan saham preferen kedua mempunyai klaim kedua dan seterusnya. Saham preferen dipisah lagi menjadi:

  • Saham preferen kumulatif. Saham preferen kumulatif adalah saham preferen yang devidennya setiap tahun harus dibayarkan kepada pemegang saham dengan kata lain saham ini merupakan saham yang dijamin akan memperoleh deviden setiap tahunnya. Apabila dalam satutahun deviden tidak dapat dibayarkan maka pada tahun-tahun berikutnya deviden yang belum dibayar tersebut harus dilunasi dulu sehingga dapat mengadakan pembagian deviden untuk saham biasa.
  • Saham preferen tidak kumulatif. Saham ini merupakan kebalikan dari saham preferen kumulatif. Dalam saham preferen tidak kumulatif pemegang saham tidak akan memperoleh pembagian keuntungan secara penuh manakala dalam suatu periode ada deviden yang belum dibayar. Dalam saham jenis ini, pemegang saham preferen akan mendapat proritas akan tetapi hanya sampai pada jumlah tertentu sehingga tidak seluruh deviden yang tidak dibayar akan dipenuhi seluruhnya, kadangkala tidak menutup kemungkinan bahwa deviden yang tidak dibayar pada tahun sebelumnya tidak akan dibayar ditahun kemudian.
  • Saham preferen partisipasi. Saham ini merupakan saham preferen dalam hak devidennya tidak terbatas dalam jumlah tertentu. Ini berarti saham ini disamping memperoleh deviden tetap juga akan memperoleh bonus (tambahan) deviden manakala perusahaan mencapai sasaran yang telah digariskan.
  • Saham preferen konvertibel (Convertible prefered stocks). Adalah saham preferen yang dapat diujur dengan surat berharga lain yang dikeluarkan oleh perusahaan lain yang menerbitkan saham ini umumnya hak konversi ditujukan untuk dapat ditukarnya saham preferen dengan saham biasa. Meskipun saham preferen umumnya mempunyai hak yang didahulukan dalam pembagian deviden akan tetapi dalam hubungannya dengan kekuasaan terhadap keberadaan perusahaan sangat jauh lebih kecil dibandingkan dengan saham biasa.

–        Pendukung pasar modal

Lembaga Pendukung Pasar Modal

1)     Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal), merupakan sebuah lembaga yang ebrtujuan untuk mengawasi jalannya kegiatan pasar modal di tanah air.

2)     Bursa Efek, merupakan institusi yang melakukan kegiatan perdagangan surat-surat berharga.

3)     Akuntan Publik, memiliki peranan penting dalam memeriksa laporan keuangan perusahaan yang akan menerbitkan surat berharga atau perusahaan yang sudah terdaftar di bursa efek dan memberikan pendapat terhadapa laporan keuangan tersebut.

4)     Underwriter

5)     Konsultan Hukum

6)     Lembaga Clearing

7)     Wali Amanat

8)     Notaris

Sumber:

http://lilianahalim.blogspot.com/2010/10/badan-usaha-adalah-kesatuan-yuridis.html

http://ashibly.blogspot.com/2012/06/bentuk-bentuk-kerjasama-dalam-kegiatan.html

http://www.hukumonline.com/klinik/detail/cl6057/perubahan-status-perusahaan-menjadi-go-public

http://www.kajianpustaka.com/2012/12/pengertian-dan-jenis-jenis-saham.html#ixzz2QUIe2kyq

http://kampung-jawa.blogspot.com/2012/03/lembaga-pendukung-pasar-modal.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s