FENOMENA ALAM

1. Gerhana Bulan

Gerhana adalah sebuah fenomena alam yang jarang terjadi, jikalau terjadi hanya di waktu-waktu tertentu dan sifatnya tidak tetap melainkan hanya beberapa menit atau hitungan detik saja.

Gerhana Bulan terjadi sebagai akibat dari tertutupnya cahaya matahari yang akan memancar ke bulan dikarenakan terhalang oleh bumi yang berada di tengah-tengah matahari dan bulan (terletak dalam satu garis lurus). Sehingga mengkibatkan bayangan bumi jatuh diatas bulan yang menyebabkan bulan menjadi gelap/tidak terlihat.

Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.

Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara matahari dengan bumi.

Gerhana bulan dapat dilihat dengan mata telanjang. Sehingga tidak perlu melihatnya dengan teropong bintang sekalipun.

2. Aurora

Aurora adalah fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari (angin matahari). sumber wikipedia.

Aurora adalah cahaya yang tercipta di udara yang disebabkan oleh atom-atom dan molekul yang bertumbukan dengan partikel-partikel bermuatan, terutama elektron dan proton yang berasal dari matahari. Partikel-partikel tersebut terlempar dari matahari dengan kecepatan lebih dari 500 mil per detik dan terhisap medan magnet bumi di sekitar kutub Utara dan Selatan. Warna-warna yang dihasilkan disebabkan benturan partikel dan molekul atau atom yang berbeda. Misalnya, aurora hijau terbentuk oleh benturan partikel elektron dengan molekul nitrogen. Aurora merah terjadi akibat benturan antara partikel elektron dan atom oksigen (www.tripod.lycos.com).

Bagian penting dari mekanisme aurora adalah “angin matahari”, yaitu sebuah aliran partikel yang keluar dari matahari. Angin matahari menggerakkan sejumlah besar listrik di atmosfer (Sabuk Van Allen). Energi ini akan mempercepat partikel ke atmosfer bagian atas yang kemudian akan bertabrakkan dengan berbagai gas. Hasilnya adalah warna-warna di angkasa yang bergerak-gerak. Tekanan listrik mengeluarkan molekul gas menjadi keadaan energi yang lebih tinggi, yang mengakibatkan lepasnya foton. Warna tergantung pada frekuensi tumbukkan antara partikel-partikel dan gas-gas. Mekanisme ini hampir sama dengan nyala lampu berpendar atau lampu neon (www.tripod.lycos.com).

Dampak dari aurora

 Dapat mengganggu jaringan telekomunikasi. Mengapa??? Karena pengaruh dari proton-proton yang bertumbukkan dengan atom di atmosfer. Saat titik-titik tertenntu di atmosfer terganggu oleh proton dari matahari, atmosfer tidak lagi menahan sinyal dan memantulkannya ke bumi melainkan ke luar angkasa. sehingga mengakibatkan terhambatnya penerimaan sinyal/gelombang pada radio, televisi, maupun telegram.

3.  Sundogs

Sundogs merupakan fenomena alam yang indah sekaligus menyeramkan. Mengapa demikian??? Bisa dibilang indah karena matahari tidak terlihat seperti biasanya yaitu terlihat beberapa matahari yang nampak. Menyeramkan karena menurut orang itu adalah pertanda kiamat. Benarkah demikian???

Sundogs sebenarnya adalah sebuah kumpulan cahaya  yang tergabung dan membentuk sebuah bulatan seperti bola sehingga membuat orang yang melihat menganggap bahwa itu adalah sebuah matahari/matahari tambahan.

Sun Dog terjadi ketika cahaya matahari bersinar menembus kumpulan lempeng es kristal hexagonal yang tersusun secara horizontal di langit yang mengakibatkan cahaya itu dibelokkan dengan sudut minimum 22 derajat.

Penyebab terjadinya Sundogs

Sundogs terbentuk dari plat es kristal berbentuk hexagonal pada awan sirus yang tinggi dan dingin, atau bisa juga terbentuk pada cuaca yang sangat dingin oleh kristal yang bernama “diamond dust” yang melayang di udara pada ketinggian yang rendah.

Sundogs terbentuk saat cahaya memasiki bagian prisma secara hampir vertikal dari kristal dan keluar melalui bagian lainnya dengan sudut inklinasi 60° dari sudut datang.

Terdapat jaring pembiasan (net refraction) dari setiap face dan cahaya di dispersi menjadi warna-warni. Sudut deviasi minimal adalah ~22°, tidak terdapat suatu sudut pembiasan tunggal yang melalui kristal. Ini berkaitan dengan jarak batas dalam dari sundogs terhadap matahari saat sundogs berada pada posisi rendah.

Seiring dengan matahari merangkak naik, cahaya yang melalui kristal bertambah tegak lurus dari horiontal plane. Sudut deviasinya meningkat dan sundogs menjauh dari matahari. Namun, altitudenya selalu sama dengan matahari.

Sundogs berwarna merah pada sisi yang paling dekat dengan matahari,semakin jauh, warna bergradasi menjadi oren sampai biru. Meskipun demikian,penumpukan warna (color overlap) lebih kuat sehingga sundogs tidak pernah berwarna murni. Warna-warna dari sundog pada akhirnya bergabung pada parhelic circle menjadi berwarna putih. Sumber: http://www.huteri.com/186/3-matahari-pernah-terlihat-di-bumi-sundog

4. Cincin Matahari (Halo matahari)

Fenomena penampakan Cincin Matahari atau Halo Matahari, yaitu Matahari yang dikelilingi lingkaran mirip pelangi. Itu merupakan  halo matahariyang terbentuk akibat pembelokan sinar. Pada fenomena ini, cahaya matahari dipantulkan oleh uap air yang naik di atmosfer. Cahaya dipancarkan sehingga terlihat sebagai cincin pelangi. Sumber: http://www.newoes.com/cincin-matahari-halo-matahari-di-yogyakarta/

Selama musim hujan banyak uap air naik ke atmosfer hingga mencapai lapisan troposfer dengan ketinggian lebih kurang 10-40 kilometer (Km). Akibatnya, terjadilah suhu yang sangat dingin di lapisan troposfer,  yaitu sekitar minus 30-40 derajat Celsius. Pada saat inilah, uap air di lapisan troposfer ters ebut berfungsi sebagai kaca yang dapat memantulkan cahaya matahari.

Jadi ternyata fenomena halo matahari sama seperti fenomena terbentuknya pelangi, hanya saja pelangi biasa terjadi di pagi dan sore hari sedangkan halo matahari pada siang hari.

Warna cincin pelangi matahari tak selengkap pelangi ini terjadi karena perbedaan sudutnya. Cincin matahari biasanya terjadi pada siang hari atau saat posisi matahari berada tepat di atas bumi. Sudut yang tegak lurus membuat warna yang terbiaskan tidak selengkap pada pelangi di sore hari yang terjadi dengan sudut tertentu.

Halo Matahari merupakan fenomena alam biasa berupa cahaya yang mengelilingi matahari. Kejadian ini merupakan hasil pembelokan cahaya matahari oleh partikel uap air di atmosfer. Namun awas, jangan mencoba melihatnya langsung dengan mata telanjang.

5. Red Tides

Red Tides merupakan sebuah fenomena alam air laut yang berubah warna menjadi merah yang disebabkan oleh fitoplankton. Red Tides dapat menyebabkan kematian massal biota laut, perubahan struktur komunitas ekosistem perairan, keracunan dan juga bisa menyebabkan kematian pada manusia. Ini terjadi dikarenakan fitoplankton tersebut mengeluarkan racun.

Faktor yang mempengaruhi fenomena Red Tides yaitu termasuk suhu permukaan laut yang hangat, salinitas rendah, kandungan gizi yang tinggi, dan laut yang tenang. Selain itu, fitoplankton tersebut dapat menyebar dengan jauh oleh angin, arus, dan badai.

Selain berdampak secara ekologi, fenomena red tide mengganggu kesehatan manusia seperti sindrom keracunan akibat memakan ikan mati karena red tide atau makan kerang yang diambil dari perairan yang mengalami red tide. Selain itu, bisa terjadi iritasi kulit dan mata karena berenang atau mandi di perairan yang sedang mengalami red tide. Sudiarta mengingatkan, keracunan akibat memakan kerang-kerangan paling berbahaya karena hewan tersebut mampu mengakumulasi racun, sementara kerangnya sendiri tidak terpengaruh.

Secara ekonomi, jelas menimbulkan kerugian. Banyaknya ikan dan biota laut lain yang mati menyebabkan hasil tangkapan nelayan menurun. Konsumen atau pembeli ikan mentah maupun sea food juga bisa berkurang karena kuatir terkontaminasi racun. Dunia pariwisata pun terimbas karena limbah ikan yang tersebar di pantai disertai bau busuk menyengat. Wisatawan harus diperingatkan supaya tidak melakukan aktivitas di lokasi red tide agar terhindar dari keracunan. Sumber: http://kelam57.blogspot.com/2010/10/fenomena-laut-menjadi-merah-red-tides.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s