BANJIR

Pengertian Banjir

Banjir adalah genangan yang timbul akibat adanya air yang berlebih, seperti hujan yang berkepanjangan. Namun tidak hanya faktor hujan saja, faktor lainnya juga berpengaruh. Misalnya saja sampah, sampah yang menghambat jalannya arus air pada selokan sehingga menyebabkan air tak dapat berjalan lancar maka terjadilah genangan. Genangan yang semakin tinggi ini kemudian disebut sebagai banjir. Di Indonesia sering terjadi banjir, hal ini terjadi karena sistem drainase yang buruk dan kesadaran penduduk yang rendah akan pembuangan sampah yang masih saja tidak pada tempatnya. Seperti masyarakat yang tinggal di bantaran kali, mereka lebih memilih membuang sampah rumah tangganya ke kali, mereka beralasan tempat sampah di derahnya jauh dari rumahnya. Padahal jika ditelaah lagi, tanpa disadari perbuatan yang mereka lakukan itu dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.memang dampaknya bukan sekarang melainkan nanti.

Banjir di Jakarta

Banjir Jakarta 2007 adalah bencana banjir yang menghantam Jakarta dan sekitarnya sejak 1 Februari 2007 malam hari. Selain sistem drainase yang buruk, banjir berawal dari hujan lebat yang berlangsung sejak sore hari tanggal 1 Februari hingga keesokan harinya tanggal 2 Februari, ditambah banyaknya volume air 13 sungai yang melintasi Jakarta yang berasal dari BogorPuncakCianjur, dan air laut yang sedang pasang, mengakibatkan hampir 60% wilayah DKI Jakarta terendam banjir dengan kedalaman mencapai hingga 5 meter di beberapa titik lokasi banjir.

Pantauan di 11 pos pengamatan hujan milik Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menunjukkan, hujan yang terjadi pada Jumat, 2 Februari, malam lalu mencapai rata-rata 235 mm, bahkan tertinggi di stasiun pengamat Pondok Betung mencapai 340 mm. Hujan rata-rata di Jakarta yang mencapai 235 mm itu sebanding dengan periode ulang hujan 100 tahun dengan probabilitas kejadiannya 20 persen.

Banjir 2007 ini lebih luas dan lebih banyak memakan korban manusia dibandingkan bencana serupa yang melanda pada tahun 2002 dan 1996. Sedikitnya 80 orang dinyatakan tewas selama 10 hari karena terseret arus, tersengat listrik, atau sakit. Kerugian material akibat matinya perputaran bisnis mencapai triliunan rupiah, diperkirakan 4,3 triliun rupiah. Warga yang mengungsi mencapai 320.000 orang hingga 7 Februari 2007. http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir_Jakarta_2007

Lokasi rawan banjir di jakarta

Jakarta Pusat
1. Kebon Melati,
2. Karet Tengsin,
3. Petamburan,
4. Sekitar Kwitang,
5. Jalan Suprapto, Cempaka Putih Tengah,
6. Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih Timur,
7. Jatibaru, Tanah Abang dan sekitarnya,
8. Gunung Sahari.

http://www.forumbebas.com/thread-87306.html

Faktor penyebab banjir besar di Jakarta

3 faktor dominan yang menyebabkan banjir Jakarta 1996, 2002, dan 2007, yaitu kehadiran cold surge dengan kecepan angin dari arah barat daya lebih besar 10 m/det dan berlangsung dalam waktu cukup lama (12-24 harian); fase aktif osilasi gelombang MJO dalam periode 30-50 harian; dan kondisi lokal adanya massa udara kering pada lapisan menengah (lebih dari 3 km) yang menyebabkan meningkatnya instabilitas angin secara menegak dan pada gilirannya menjadi kondisi kondusif pembentukan awan kumulus melalui proses konveksi pada saat cold surge berada di lapisan permukaan (0-3 km). http://muktihadid.wordpress.com/2008/02/11/kenapa-banjir-banjir-besar-terjadi-di-bulan-februari/

Jenis – jenis banjir

Menurut ahli hidrologi banjir dibagi menjadi tiga yakni

1. Banjir karena sungai meluap

Banjir jenis ini terjadi akibat debit air yang tinggi dan melebihi kapasitas/ daya tampung sungai terhadap air, sehingga menyebabkan air meluap mencari tempat yang kosong. Biasanya di kanan dan kiri sungai atau yang sering disebut daerah dataran banjir. Luapan air ini juga dapat terjadi karena adanya kiriman, misalnya daerah hulu sungai curah hujannya tinggi dan sistem drainase yang buruk maka dapat menimbulkan luapan pada bagian hilir sungai.

2. Banjir akibat pasang surut air laut

Ketika air laut pasang, otomatis ketinggian air laut meningkat sehingga mengakibatkan air di bagian muara lebih lambat jika di bandingkan saat surut. Meskipun laju lambat, namun jika telah melebihi kapasitas maka terjadilah banjir.

3. Banjir lokal

Banjir ini terjadi akibat air yang berlebihan ditempat itu dan meluap juga ditempat itu. Pada saat curah hujan tinggi dilokasi setempat dimana kondisi tanah dilokasi itu sulit dalam melakukan penyerapan air (bisa karena padat, bisa juga karena kondisinya lembab, dan bisa juga karena daerah resapan airnya tinggal sedikit) maka kemungkinan terjadinya banjir lokal akan sangat tinggi sekali.

Segmen aliran sungai

Secara sederhana, segmen aliran sungai itu dapat kita bedakan menjadi daerah hulu, tengah dan hilir.

  1. Daerah hulu: terdapat di daerah pegunungan, gunung atau perbukitan. Lembah sungai sempit dan potongan melintangnya berbentuk huruf “V”. Di dalam alur sungai banyak batu yang berukuran besar (bongkah) dari runtuhan tebing, dan aliran air sungai mengalir di sela-sela batu-batu tersebut. Air sungai relatif sedikit. Tebing sungai sangat tinggi. Terjadi erosi pada arah vertikal yang dominan oleh aliran air sungai.
  2. Daerah tengah: umumnya merupakan daerah kaki pegunungan, kaki gunung atau kaki bukit. Alur sungai melebar dan potongan melintangnya berbentuk huruf “U”. Tebing sungai tinggi. Terjadi erosi pada arah hizontal, mengerosi batuan induk. Dasar alur sungai melebar, dan di dasar alur sungai terdapat endapan sungai yang berukuran butir kasar. Bila debit air meningkat, aliran air dapat naik dan menutupi endapan sungai yang di dalam alur, tetapi air sungai tidak melewati tebing sungai dan keluar dari alur sungai.
  3. Daerah hilir: umumnya merupakan daerah dataran. Alur sungai lebar dan bisa sangat lebar dengan tebing sungai yang relatif sangat rendah dibandingkan lebar alur. Alur sungai dapat berkelok-kelok seperti huruf “S” yang dikenal sebagai “meander”. Di kiri dan kanan  alur terdapat dataran yang secara teratur akan tergenang oleh air sungai yang meluap, sehingga dikenal sebagai “dataran banjir”. Di segmen ini terjadi pengendapan di kiri-dan kanan alur sungai pada saat banjir yang menghasilkan dataran banjir. Terjadi erosi horizontal yang mengerosi endapan sungai itu sendiri yang diendapkan sebelumnya. http://wahyuancol.wordpress.com/2009/03/23/banjir-1-pengertian-penyebab/

Faktor penyebab banjir

    1. Sistem drainase yang buruk.
    2. Curah hujan yang berlebih.
    3. Penggundulan hutan.
    4. Pengalihan fungsi lahan menjadi perumahan sehingga mengakibatkan menipisnya tempat peresapan air.
    5. Penyumbatan aliran air oleh sampah.

Cara menanggulangi banjir

  1. Mengembalikan fungsi sungai dan selokan sebagaimana mestinya. Karena sungai dan selokan merupakan tempat aliran air, jangan sampai fungsinya berubah menjadi tempat sampah.
  2. Larangan membuat rumah di dekat sungai. Biasanya, yang mendirikan rumah di dekat sungai adalah para pendatang yang datang ke kota besar hanya dengan modal nekat. Akibatnya, keberadaan mereka bukannya membantu peningkatan perekonomian, akan tetapi malah sebaliknya, merusak lingkungan. Itu sebabnya pemerintah harus tegas, melarang membuat rumah di dekat sungai dan melarang orang-orang tanpa tujuan tidak jelas datang ke kota dalam jangka waktu lama atau untuk menetap.
  3. Mengadakan reboisasi (penghijauan kembali) dengan jalan, menanam pohon.
  4. Membuat lubang biopori yang berfungsi menampung air hujan agar tidak terjadi banjir.
  5. Melakukan tebang pilih dengan mengedepankan cara-cara pelestarian bukan sekedar perusakan.

Banjir dari segi ekonomi

Banjir mungkin akan sangat merugikan bagi yang mengalami hal tersebut. Karena semua harta benda yang dimiliki akan terendam oleh genangan ini. Maka timbulah kerugian-kerugian baik materi maupun non materi. Sehingga memerlukan perbaikan-perbaikan yang pastinya memerlukan biaya untuk semua renovasi tersebut dan hal tersebut tidak mungkin langsung di berlakukan pada semua lokasi yang terkena banjir.

Sedimentasi

Sedimentasi (geology) adalah proses pengendapan material padat dari kondisi tersuspensi atau terlarut dalam suatu fluida (biasanya air atau udara).Definisi yang luas menurut Encyclopeia Britannica ini, selain meliputi endapan yang diendapkan oleh fluida yang mengalir (aliran air atau aliran udara), juga mencakup endapan gletser es, dan endapan talus atau akumulasi debris atau fragmen batuan di kaki tebing yang digerakkan oleh gravitasi.Secara sederhana, menurut Merriam-Webster Online, sedimentasi adalah proses pembentukan atau pengendapan sedimen.

Sementara itu, sedimen didefinisikan secara luas sebagai material yang diendapkan di dasar suatu cairan (air dan udara), atau secara sempit sebagai material yang diendapkan oleh air, angin, atau gletser / es. http://wahyuancol.wordpress.com/category/proses-bencana-alam/sedimentasi/

Bentuk-bentuk sedimentasi

1. Sedimentasi sungai

Pengendapan yang terjadi di sungai disebut sedimen fluvial. Hasil pengendapan ini biasanya berupa batu giling, batu geser, pasir, kerikil, dan lumpur yang menutupi dasar sungai. Bahkan endapan sungai ini sangat baik dimanfaatkan untuk bahan bangunan atau pengaspalan jalan. Oleh karena itu tidak sedikit orang yang bermata pencaharian mencari pasir, kerikil, atau batu hasil endapan itu untuk dijual.

2. Sedimentasi danau

Di danau juga bisa terjadi endapan batuan. Hasil endapan ini biasanya dalam bentuk delta, lapisan batu kerikil, pasir, dan lumpur. Proses pengendapan di danau ini disebut sedimen limnis.

3. Sedimentasi darat

Guguk pasir di pantai berasal dari pasir yang terangkat ke udara pada waktu ombak memecah di pantai landai, lalu ditiup angin laut ke arah darat, sehingga membentuk timbunan pasir yang tinggi. Contohnya, guguk pasir sepanjang pantai Barat Belanda yang menjadi tanggul laut negara itu. Di Indonesia guguk pasir yang menyerupai di Belanda bisa ditemukan di pantai Parang tritis di Yogyakarta,.

4. Sedimentasi laut

Sungai yang mengalir dengan membawa berbagai jenis batuan akhirnya bermuara di laut, sehingga di laut terjadi proses pengendapan batuan yang paling besar. Hasil pengendapan di laut ini disebut sedimen marin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s