Proses Terbentuknya Manusia

Manusia hidup di bumi ini berdasarkan alqur’an adalah untuk menjadi seorang khalifah (pemimpin) di muka bumi ini. Manusia bertugas menjaga, merawat serta di perbolehkan mengambil manfaat dari segala apa yang ada di bumi. Tapi pada kenyataannya masih ada manusia yang mementingkan egonya sendiri. Mereka hanya mau mengambil manfaat alam saja tanpa merawat dan menjaganya. Tidakkah mereka sadar di ciptakan oleh siapa, dari apa dan bagaimana prosesnya. Baiklah tidak perlu bertele-tele lagi, kali ini kita akan membahas mengenai proses terjadinya/terbentuknya manusia berdasarkan beberapa landasan diantaranya berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist , pendapat ahli, dan Teori Darwin.

     Berdasarkan Al Qur’an dan Hadist

Bersumber dari Al Qur’an, manusia terbentuk dari saripati tanah kemudian di jadikan air mani yang disimpan di dalam rahim. Lalu air mani itu dijadikan sesuatu yang melekat dan sesuatu yang melekat ini di jadikan segumpal darah lalu segumpal darah di jadikan segumpal daging. Dan segumpal daging di jadikan tulang belulang. Lalu tulang belulang itu di bungkus dengan daging. Kemudian terbentuklah manusia (Q.S. al-Mu’minuun [23]: 13-14).

Subhannallah sungguh maha besar Allah atas ciptaannya. Dari saripati tanah saja Allah dapat membentuk ciptaannya (manusia) yang memiliki akal dan perasaan serta dapat membedakan baik dan buruk. Ayat diatas adalah salah satu ayat al-qur’an yang menjelaskan tentang penciptaan manusia yang bermula dari saripati tanah. Manusia memang tercipta dari tanah, tetapi bukan berarti manusia langsung dijiplak dari tanah seperti membuat patung, melainkan hanya sebagai pembentukkan jasad manusia. Jika manusia telah mengalami kematian maka akan kembali pada bentuk jasad mulanya saat penciptaan. Diciptakan dari tanah dan akan kembali lagi ke tanah.

Surat-surat dalam Al- Qur’an yang menjelaskan proses terbentuknya manusia

Surat Ar- Rahman ayat 14

Surat Al- Hijr ayat 28-29

Surat Al- Sajadah ayat 7

Surat Ash- shaffaat ayat 11

Surah Ali- Imran ayat 59

Berdasarkan Pendapat Ahli

Secara komprehensif, Umar Shihab memaparkan bahwa proses penciptaan manusia terbagi ke dalam beberapa fase kehidupan sebagai berikut. Pertama, fase awal kehidupan manusia yang berupa tanah. Manusia berasal dari tanah disebabkan oleh dua hal: (1) manusia adalah keturunan Nabi Adam a.s. yang diciptakan dari tanah; (2) sperma atau ovum yang menjadi cikal bakal manusia bersumber dari saripati makanan yang berasal dari tanah. Kedua, saripati makanan yang berasal dari tanah tersebut menjadi sperma atau ovum, yang disebut oleh Al-Qur’an dengan istilah nutfah. Ketiga, kemudian sperma dan ovum tersebut menyatu dan menetap di rahim sehingga berubah menjadi embrio (‘alaqah). Keempat, proses selanjutnya, embrio tersebut berubah menjadi segumpal daging (mudlghah). Kelima, proses ini merupakan kelanjutan dari mudlghah. Dalam hal ini, bentuk embrio sudah mengeras dan menguat sampai berubah menjadi tulang belulang (‘idzaam). Keenam, proses penciptaan manusia selanjutnya adalah menjadi daging (lahmah). Ketujuh, proses peniupan ruh. Pada fase ini, embrio sudah berubah menjadi bayi dan mulai bergerak. Kedelapan, setelah sempurna kejadiannya, akhirnya lahirlah bayi tersebut di atas dunia.

     Berdasarkan Teori Darwin

Teori Darwin menegaskan bahwa manusia bermula dari kera. Menurutnya manusia adalah hasil evolusi dari kera. Ini dibuktikan dari organ dan bentuk tubuh kera yang menyerupai manusia serta ditemukannya fosil manusia yang menyerupai kera. Fosil-fosil ini di temukan di bumi di berbagai tempat. Tetapi teori ini tidak memiliki kejelasan bila dikaitkan satu sama lain.

Saya termasuk orang yang tidak setuju dengan Teori Darwin yang mengungkapkan manusia berasal dari kera karena bagaimana pun juga manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang dilengkapi akal pikiran dan merupakan makhuk yang paling berbeda diantara makhluk ciptaan-Nya. Darwin boleh saja mengatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi kera, namun semua itu tidak masuk akal. Bagaimana mungkin bila kera dapat berevolusi menjadi manusia? Jika pernyataan demikian benar, lalu jika kera berevolusi menjadi manusia mengapa sampai saat ini ada binatang yang bernama kera. Dari sinilah jelas membuktikan bahwa manusia dan kera berbeda.

Sumber :

Al- Qur’an dan Hadist

http://www.google.com

About these ads

5 thoughts on “Proses Terbentuknya Manusia

    • cara buat hamsternya mudah kok, km tinggal buka abowman.com terus nantikan ada banyak pilihan terserah kamu pilih mau pilih yang mana klik aja. kemudian ada edit setting buat ganti warna sesuka km, nah kalo udah kamu copy deh embed code for wordpress.com nya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s